PAPUA — Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Boven Digoel terus digencarkan, salah satunya melalui rangkaian pelatihan yang resmi ditutup oleh Bupati Boven Digoel, Roni Omba, pada Jumat, 28 November 2025. Kegiatan ini mencakup Pelatihan Pelayanan ANC, penggunaan USG dasar obstetri, konseling menyusui, serta Bimbingan Teknis Sistem Informasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting.
Dalam sambutannya, Bupati Roni Omba mengapresiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel, para fasilitator, dan seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan secara intensif. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan adalah pilar penting dalam memperkuat layanan kesehatan dasar di wilayah tersebut.
Bupati menegaskan bahwa pelatihan yang diberikan bukan sekadar formalitas, melainkan strategi nyata untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi risiko kehamilan dan menangani masalah obstetri secara cepat dan tepat. Ia menyebut pelayanan ANC yang berkualitas sebagai langkah utama menekan angka kematian ibu dan bayi.
Selain itu, Bupati Roni Omba menyoroti pentingnya konseling menyusui sebagai tulang punggung pencegahan stunting. Ia mengatakan, pemberian ASI eksklusif merupakan intervensi paling efektif dalam memastikan tumbuh kembang bayi berlangsung optimal. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan pendampingan menyusui dinilai sangat krusial.
Pelatihan ini juga mencakup penggunaan USG dasar obstetri terbatas—keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh tenaga kesehatan di daerah-daerah yang minim fasilitas. Dengan kemampuan ini, nakes diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kehamilan lebih akurat meski di wilayah terpencil.
Tidak kalah penting, Bimtek Sistem Informasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Bupati menilai bahwa sistem informasi yang teratur dan valid akan membantu mempercepat penanganan stunting di Boven Digoel yang hingga kini masih menjadi tantangan.
Roni Omba menegaskan bahwa setiap intervensi kesehatan bergantung pada kualitas data. Karena itu, penguatan sistem informasi dianggap sebagai aset strategis dalam menentukan kebijakan yang tepat sasaran dan efektif. Data yang baik, menurutnya, akan melahirkan keputusan yang baik pula.
Lebih jauh, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata di seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah pedalaman dan kampung-kampung terpencil. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak hanya disimpan, tetapi benar-benar diterapkan dalam pelayanan rutin kepada masyarakat.
Penutupan pelatihan ini sekaligus menandai langkah serius Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dalam mendorong percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kualitas layanan ibu-anak dan penguatan data kesehatan. Para tenaga kesehatan diharapkan menjadi ujung tombak perubahan di lapangan.
Dengan terlaksananya rangkaian pelatihan ini, Kabupaten Boven Digoel menegaskan komitmennya membangun sistem kesehatan yang lebih kuat, responsif, dan berdaya saing demi masa depan generasi yang lebih sehat di Papua Selatan.
