PerbesarSelepas pensiun, Djamari pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang pada 2015 hingga 2016. Dikutip dari Antara, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Semen Padang menetapkan Djamari Chaniago sebagai komisaris utama menggantikan Letjen TNI (Purn) Muzani Syukur yang habis masa jabatannya pada 2005. Dok. Tempo/Rully Kesuma
MENTERI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago melawat ke Papua bersama Kepala Badan Intelijen Negara atau BIN Muhammad Herindra pada Rabu, 5 November 2025. Keduanya meninjau langsung aktivitas di Papua Youth Creative Hub.
Lokasi itu disebut sebagai pusat pengembangan kreativitas pemuda di wilayah Indonesia paling timur tersebut. Papua Youth Creative Hub dibangun dan dikelola oleh Badan Intelijen Negara.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membac
Djamari mengatakan pembangunan Papua Youth Creative Hub sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan ruang kreatif bagi anak muda Papua. Menurut dia, hal ini selaras dengan misi Presiden Prabowo Subianto
Dia mengatakan pemerintahan Prabowo berkomitmen untuk memperkuat pembangunan manusia di Indonesia secara menyeluruh. Tak terkecuali di Papua. "Mari kita jadikan Papua Youth Creative Hub sebagai simbol bahwa Papua maju, damai, dan Papua bagian penting dari masa depan Indonesia," ujar Djamari dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 6 November 2025.
Dia menyoroti vitalnya peran pemuda dalam menjaga keamanan dan stabilitas di Papua. Djamari menilai lewat kreativitas dan semangat kewirausahaan yang dimiliki pemuda membuka kemungkinan Papua berkembang menjadi kekuatan ekonomi serta sosial yang nyata
Djamari juga memberikan pengarahan kepada para komandan satuan TNI dan Polri yang bertugas di wilayah Papua. Dia mengatakan dua aparat keamanan itu sebagai pilar utama menjaga stabilitas nasional.
Dia mewanti-wanti agar dua instansi tersebut solid, bersinergi, dan profesional ketika bertugas. Djamari menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif yang mengedepankan keamanan humanis lewat penggabungan operasi keamanan tegas serta pembinaan masyarakat yang persuasif maupun solutif.
"Tugas kita bersama adalah menjaga agar rakyat Papua merasakan kehadiran negara dalam bentuk nyata," ucapnya.
Dia mengungkapkan kehadiran negara itu bisa ditempuh melalui pemberian rasa aman yang stabil, pelayanan publik, serta memberi kesempatan yang adil untuk warga Papua agar bisa maju.
