Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Papua menggelar workshop ketahanan pangan dan ekonomi kreatif di Aula PPPM Al-Manshurin, Distrik Heram, Kota Jayapura, Sabtu (13/9/2025).
Workshop bertema 'Penguatan ekosistem ketahanan pangan dan ekonomi kreatif untuk percepatan Asta Cita di Tanah Papua', itu menghadirkan empat narasumber dari Koreem 172/PWY Waena, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, serta pelaku usaha ekonomi kreatif.
Peserta kegiatan yakni pengurus LDII dari tingkat provinsi dan kabupaten di Papua diikuti secara daring dan luring.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Papua, H. Sugiyono mengatakan, workshop itu bertujuan dimana sebagai lembaga organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab dan kepentingan melaksanakan program pemerintah. Dengan harapan pelaksanaannya dapat disampaikan kepada seluruh anggota LDII di Papua.
Selain itu, dalam rangka melaksanakan musyawarah wilayah sehingga program pemerintah itu perlu disampaikan khususnya ketahanan pangan sebagai keberlanjutan.
"Workshop kali ini kita mengambil tema ini, sangat relevan dengan program pemerintah. Kita harus bisa mendukung itu," ujarnya.
Sugiyono menjelaskan sejumlah program mendukung Asta Cita presiden, LDII juga melaksanakan kegiatan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan, serta energi.
"LDII baru saja mengadakan sekolah virtual kebangsaan. Kami menginisiasi supaya menanamkan nilai kebangsaan," ujarnya.
Sugiyono berharap, usai workshop itu peserta bisa mengambil bagian dalam kebijakan pemerintah serta mendorong warga berkreatifitas dengan banyak peluang untuk menciptakan nilai ekonomi serta kesejahteraan masyarakat bisa terwujud.
Salah satu narasumber dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua Joice Piris mengatakan, ketahan pangan merupakan kondisi ketersediaan pangan yang ada di masyarakat, bisa diakses, dan di konsumsi oleh masyakarat.
Baginya, pangan di Papua tercukupi hanya saja akses pangan ke masyarakat masih banyak tantangan yang dihadapi khususnya penjualan, transportasi, sehingga membuat pangan itu mahal.
Tetapi ketika masyarakat bisa menghasilkan pangan itu sendiri di halaman rumah untuk akses pangan keluarga maka kondisi ketahanan pangan bisa terjaga.
Sebagai Fungsional Penyuluh Pertanian Provinsi Papua, kata Joice, Bidang Ketahanan Pangan melakukan berbagai koordinasi untuk penyediaan pangan dalam pelaksanaan pangan murah, kerjasama pangan dengan petani supaya pangan dijangkau dengan mudah dan murah oleh masyarakat.
Di Papua secara umum, dinasnya menyediakan benih tanaman, pemberian bantuan gabah, beras, buah-buahan. Sementara Asta Cita presiden pihaknya mendorong pemanfaatan pekarangan untuk pangan bergizi bagi keluarga. Dalam workshop itu, Joice menilai dapat mendukung kegiatan pemerintah ketika materinya bisa ditransfer ke masyarakat. (*)
