Honai

PAPUA TOday

Subscribe
STIH Biak Transformasi ke INCITA Untuk Penuhi Kebutuhan SDM Papua

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Biak, Papua, Dr. Muslim Lobubun, S.H,. M.H foto bersama para dekan, dosen dan juga para wisudawan STIH Biak, Kamis (27/11/2025). Wisuda ini merupakan wisuda terakhir dengan menggunakan nama STIH sebelum berganti nama menjadi Institut Cinta Tanah Air (INCITA). A-A+

Ringkasan Berita:

  • STIH Jadi INCITA: STIH Biak bertransformasi menjadi Institut Cinta Tanah Air (INCITA).
  • Wisuda Terakhir STIH: Transformasi diumumkan saat wisuda angkatan terakhir (83 lulusan).
  • Prodi Baru Dibuka: INCITA menambah dua prodi: Manajemen Pendidikan dan Pendidikan Bahasa Inggris.
  • Tujuan: Peningkatan SDM Papua di bidang hukum dan pendidikan/bahasa.

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Biak, Papua, Dr. Muslim Lobubun, S.H,. M.H  menegaskan bahwa transformasi kampus menjadi Institut Cinta Tanah Air (INCITA) merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua. 

Hal ini disampaikannya dalam momentum wisuda angkatan ke-XVII tahun ajaran 2025 – 2026, di mana 83 mahasiswa resmi diwisuda, terdiri dari 9 lulusan Magister Hukum (S2) dan 74 lulusan Sarjana Hukum (S1), Kamis, (27/11/2025)

Menurut Muslim, keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga menandai komitmen lembaga untuk terus berkembang. 

Baca juga: Menjelang Natal, Satgas Damai Cartenz Gelar Aksi Sosial dan Tebar Semangat Nasionalisme di Timika

Ia menyebut perjuangan civitas akademika, para dosen dan tenaga pendidik menjadi fondasi penting dalam melahirkan lulusan yang kompetitif di dunia kerja, khususnya di Provinsi Papua dan Kabupaten Biak Numfor.

“Ini adalah kebanggaan dan perjuangan luar biasa para pengajar yang tidak henti-hentinya berupaya menghasilkan lulusan mampu bersaing secara kompetitif. Itu yang terus kami bangun, termasuk dalam proses perubahan kelembagaan menjadi INCITA,” ujarnya.

Perubahan status perguruan tinggi ini disertai dengan dibukanya dua program studi baru, yakni Manajemen Pendidikan dan Pendidikan Bahasa Inggris, sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan pendidikan di Papua. Kedua prodi tersebut melengkapi program studi hukum yang telah berjalan selama 21 tahun.

“Kami melihat Papua masih sangat membutuhkan SDM yang memahami tata kelola pendidikan dan kemampuan Bahasa Inggris, selain tenaga hukum. Dengan hadirnya dua prodi baru ini, kami berharap INCITA menjadi pilihan masyarakat dan mampu memenuhi kebutuhan SDM di Teluk Saireri, Papua, dan Indonesia,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa wisuda tahun ini merupakan wisuda terakhir atas nama STIH Biak, karena wisuda tahun ajaran berikutnya akan menggunakan nama Institut Cinta Tanah Air. Ia memastikan bahwa sejak SK perubahan diterbitkan tiga bulan lalu, kampus sudah membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk tiga program studi tersebut.

Dengan transformasi kelembagaan ini, Muslim berharap INCITA dapat menjadi institusi yang mampu melahirkan lulusan berkualitas, berdaya saing, serta siap berkontribusi dalam pembangunan Papua.

Di sisi lain, Staf Ahli I Bupati Biak Numfor yang turut hadir memberikan apresiasi kepada para wisudawan serta memuji komitmen perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. 

"Keberhasilan wisuda ini sebagai refleksi kemajuan penyelenggaraan pendidikan tinggi di Biak Numfor dan menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung peningkatan kualitas SDM," ujarnya.(*)



sumber :  https://papua.tribunnews.com/biak/121397/stih-biak-transformasi-ke-incita-untuk-penuhi-kebutuhan-sdm-papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *