Suasana Pantai Amai di Kampung Tablasupa tampak lebih tenang dari biasanya pada Selasa siang, 11 November 2025. Hanya suara ombak yang memecah bibir pantai dan kicauan burung dari balik pepohonan yang terdengar bergantian. Di dekat pondok wisata yang berdiri tak jauh dari muara sungai, seorang lelaki tua tampak sibuk menguras air di perahunya yang basah usai diterpa hujan rintik.
Lelaki itu adalah Marten Serontou, tokoh adat Tablasupa sekaligus nelayan senior berusia 70 tahun yang telah puluhan tahun menjaga tradisi leluhurnya. Ia berasal dari marga Serontou, salah satu pemangku adat Suku Tepera yang berperan menjaga konservasi laut melalui tradisi tua yang disebut Tiyaitiki.
Manan mengatakan, setiap konflik bersenjata akan selalu membuat masyarakat sipil menjadi korban. "Kekerasan bersenjata yang terjadi sering menimbulkan gelombang pengungsi dari kalangan warga sipil tidak bersenjata," ucap Manan dalam keterangan tertulisnya.
Dalam konflik bersenjata di Kabupaten Lanny Jaya misalnya, ribuan warga sipil terpaksa meninggalkan rumahnya dan mengungsi massal. Selain itu, dua warga lainnya juga dilaporkan hilang pasca konflik tersebut.
Oleh karena itu, Manan menyarankan agar paradigma militeristik yang selama ini digunakan oleh para pihak yang berkonflik untuk segera ditinggalkan. "Diganti dengan pendekatan dialog dan kemanusiaan sebagai jalan resolusi konflik," tutur Manan.
Dilansir dari media lokal Jubi.id, operasi militer terjadi pada 5 Oktober 2025 lalu di Kampung Yigemili, Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Dua orang warga sipil hilang dan lebih dari 2.300 orang mengungsi pasca operasi tersebut.
Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP), Theo Hesegem mengatakan, operasi tersebut dilakukan tanpa peringatan ketika warga sedang bersiap menuju gereja. “Helikopter menembaki area perkebunan dan pemukiman," pada 10 November 2025 lalu.
YKKMP mencatat 28 rumah warga rusak berat, 25 di antaranya merupakan honai tradisional. Sementara itu, seluruh aktivitas sosial mulai dari sekolah, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi berhenti total.
sumber : https://www.tempo.co/hukum/kementerian-ham-kekerasan-bersenjata-di-papua-harus-dihentikan-2091286
